Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami quarter life crisis yang ditandai kebingungan arah hidup, keraguan terhadap kemampuan diri, dan tekanan menghadapi transisi kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self awareness dan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Makassar. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 178 mahasiswa yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Situational Self Awareness dan Skala Quarter Life Crisis yang disusun berdasarkan teori Fenigstein, dkk serta Robbins dan Wilner. Analisis menggunakan korelasi Spearman Rho. Hasil menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara setiap dimensi self awareness dan quarter life crisis (r = -0,234; -0,353; -0,422; p = 0,000). Semakin tinggi tingkat quarter life crisis, semakin rendah self awareness. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan self awareness sebagai upaya preventif pada mahasiswa tingkat akhir.
Copyrights © 2026