Pemahaman terhadap struktur ruang kota merupakan tantangan bagi mahasiswa arsitektur yang umumnya lebih terbiasa merancang pada skala tapak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode Collaborative Learning berbasis media visual dan spasial dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap teori elemen kota menurut Kevin Lynch. Penelitian menggunakan desain pre-experimental one-group pretest–posttest dengan subjek 39 mahasiswa Program Studi Arsitektur semester 5. Data diperoleh melalui pre-test, post-test, observasi dosen, dan evaluasi mahasiswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi, menghubungkan, dan menerapkan elemen kota melalui kegiatan kolaboratif dan eksplorasi visual. Kegiatan refleksi individu juga memperkuat pemahaman konseptual melalui proses reflection-on-action (Schön, 1983). Kendala utama meliputi keterbatasan waktu dan kompleksitas spasial, namun mahasiswa menilai kolaborasi dan media visual sebagai aspek paling membantu dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Collaborative Learning dengan pendekatan visual-spasial efektif membangun spatial thinking dan kesadaran reflektif mahasiswa, serta berpotensi menjadi model pedagogi kontekstual dalam pendidikan arsitektur. The findings contribute to pedagogical discourse in architectural education by demonstrating the integration of collaborative and reflective learning as a contextual teaching model. Penelitian ini tidak hanya menilai efektivitas metode, tetapi juga menawarkan model konseptual pembelajaran kolaboratif reflektif yang dapat diterapkan secara kontekstual dalam studio arsitektur.
Copyrights © 2026