Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di SD Negeri Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, masih berada pada tahap awal dan menghadapi sejumlah tantangan. Kurikulum Merdeka di SD Negeri Tindang membawa dampak positif terhadap proses pembelajaran, terutama dalam meningkatkan partisipasi aktif dan keterlibatan siswa. Meskipun belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, keterlibatan siswa mulai mengarah pada pola pembelajaran yang lebih aktif dan kolaboratif. Sekolah telah melakukan langkah awal yang baik melalui sosialisasi dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka kepada semua pemangku kepentingan. Guru mulai menunjukkan kesiapan dalam merancang pembelajaran, termasuk menyusun capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan modul ajar, serta melakukan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Dalam proses pembelajaran, peran guru berubah menjadi fasilitator yang mendukung siswa untuk berpikir kritis, mandiri, dan kolaboratif, sesuai dengan pendekatan konstruktivisme. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan kurikulum ini adalah dukungan kepala sekolah, kompetensi dan semangat guru, serta keterlibatan siswa. Untuk menyukseskan implementasi secara maksimal, peningkatan pelatihan guru dan penyediaan sarana prasarana yang bisa dikatakan sudah cukup memadai menjadi langkah strategis yang perlu diperkuat ke depannya.
Copyrights © 2025