Pendidikan untuk calon guru di Sekolah Dasar tidak hanya fokus pada penguasaan kompetensi pedagogis dan profesional, tetapi juga penanaman karakter berdasar pada nilai-nilai keimanan dan ketakwaan (Imtaq). Nilai-nilai Imtaq seperti kejujuran, tanggung jawab, keikhlasan, dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi fondasi dalam menciptakan pendidik yang dapat menjadi teladan baik secara spiritual maupun moral bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep nilai-nilai Imtaq, strategi pelaksanaan pendidikan karakter yang berbasis Islam dalam konteks pendidikan guru, serta tantangan dan solusi yang muncul dalam proses implementasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah, termasuk buku, jurnal, dan dokumen kebijakan. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Imtaq dalam pendidikan calon guru dapat dilakukan melalui pemahaman konsep tauhid, pembiasaan nilai-nilai Islami dalam kehidupan di kampus, serta penanaman teladan oleh dosen dan lingkungan akademik. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan seperti dampak globalisasi, kurangnya teladan yang baik, serta keterbatasan fasilitas untuk pendidikan karakter Islami. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kerja sama antara lembaga pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat dengan pendekatan yang holistik serta program strategis yang berkelanjutan. Dengan cara tersebut, pendidikan calon guru dapat mencetak pendidik yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara spiritual.
Copyrights © 2025