Aprischa Ajeng Martiana
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI BAHAN AJAR, LKS DAN INSTRUMEN EVALUASI YANG TEPAT Aprischa Ajeng Martiana; Arienda Karenina; Dea Amanda Putri; Fauziah Aldini; Zulfadewina
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.5988

Abstract

Effective learning is greatly influenced by the availability and quality of the teacher material, the student worksheet (LKS), and the assessments' instruments supporting the learning process. This article discusses the development of the three components through sitematic library studies, with the purpose of gaining an in-depth understanding of their roles and relationships. The development of the teaching material emphasizes relevant aspects of selection materials, catchy and easy presentation, and media elections that suit students' needs. Various kinds of worksheet, ranging from that which helps discover concepts, apply and integrate matter, to as reinforcement and instructions of the practice, are described in detail. The learning assessments are described as a systematic process that includes goal fixing, evaluating instruments, data gathering and interpretation to assess the assessment of students' affective, cognitive, and psychosomatic aspects. Keywords: Teaching material, Student worksheet, Evaluation ABSTRAK Pembelajaran yang efektif sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dan kualitas bahan ajar, Lembar Kerja Siswa (LKS), serta instrumen evaluasi yang mendukung proses pembelajaran. Artikel ini mengulas pengembangan ketiga komponen tersebut melalui kajian Pustaka sitematis, dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai peran dan hubungannya. Pengembangan bahan ajar menekankan aspek pemilihan materi yang relevan, penyajian yang menarik dan mudah dipahami, dan pemilihan media yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Berbagai jenis LKS, mulai dari yang membantu menemukan konsep, menerapkan dan mengintegrasikan materi, hingga sebagai penguatan dan petunjuk praktikum, dijelaskan secara rinci. Evaluasi pembelajaran dijabarkan sebagai proses sistematis yang meliputi penetapan tujuan, pembuatan instrumen evaluasi, pengumpulan dan interpretasi data untuk menilai capaian aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa. Kata Kunci: Bahan ajar, Lembar Kerja Siswa, Evaluasi ​
PENGUATAN NILAI-NILAI IMAN DAN TAQWA (IMTAQ) DALAM PENDIDIKAN CALON GURU SEKOLAH DASAR Aprischa Ajeng Martiana; Arienda Karenina; Dea Amanda Putri; Fauziah Aldini; Rizki Amrillah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6545

Abstract

Pendidikan untuk calon guru di Sekolah Dasar tidak hanya fokus pada penguasaan kompetensi pedagogis dan profesional, tetapi juga penanaman karakter berdasar pada nilai-nilai keimanan dan ketakwaan (Imtaq). Nilai-nilai Imtaq seperti kejujuran, tanggung jawab, keikhlasan, dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi fondasi dalam menciptakan pendidik yang dapat menjadi teladan baik secara spiritual maupun moral bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep nilai-nilai Imtaq, strategi pelaksanaan pendidikan karakter yang berbasis Islam dalam konteks pendidikan guru, serta tantangan dan solusi yang muncul dalam proses implementasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah, termasuk buku, jurnal, dan dokumen kebijakan. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Imtaq dalam pendidikan calon guru dapat dilakukan melalui pemahaman konsep tauhid, pembiasaan nilai-nilai Islami dalam kehidupan di kampus, serta penanaman teladan oleh dosen dan lingkungan akademik. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan seperti dampak globalisasi, kurangnya teladan yang baik, serta keterbatasan fasilitas untuk pendidikan karakter Islami. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kerja sama antara lembaga pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat dengan pendekatan yang holistik serta program strategis yang berkelanjutan. Dengan cara tersebut, pendidikan calon guru dapat mencetak pendidik yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara spiritual.​