Rendahnya kompetensi literasi numerasi siswa Sekolah Dasar masih menjadi tantangan, termasuk di Desa Pauh Barat, Kota Pariaman. Berdasarkan data AKM tahun sebelumnya, sebagian besar siswa menunjukkan capaian numerasi pada kategori rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Game Based Learning (GBL) dalam meningkatkan kompetensi literasi numerasi siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa, yaitu 15 siswa kelas V SD Negeri 03 Pauh Barat sebagai kelompok eksperimen dan 15 siswa kelas V SD Negeri 11 Pauh Barat sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 30 soal yang telah divalidasi. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil posttest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 81,66 berada pada kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 69,13 berada pada kategori sedang. Nilai signifikansi 0,013 < 0,05 mengindikasikan bahwa model GBL efektif dalam meningkatkan kompetensi literasi numerasi siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis permainan (GBL) mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mendorong partisipasi aktif siswa, dan memperkuat pemahaman konsep numerasi. Model ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif metode pembelajaran matematika yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025