Di tengah arus globalisasi, pendidikan dasar berperan penting tidak hanya sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan identitas dan karakter peserta didik. Tantangan yang dihadapi sekolah saat ini adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai budaya lokal melalui pembelajaran yang bermakna. Penelitian ini berangkat dari pentingnya memahami dinamika interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal, karena interaksi tersebut menjadi kunci keberhasilan penginternalisasian nilai budaya di kelas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pola interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal di SDN 2 Bokat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi guru dan siswa tidak hanya bersifat instruksional, tetapi juga kultural dan emosional. Guru memanfaatkan unsur kearifan lokal seperti tari Monamot dan tradisi Mopallus (gotong royong) sebagai media pembelajaran sekaligus sarana mempererat hubungan edukatif. Pola interaksi yang muncul bersifat partisipatif, dialogis, dan kontekstual, menciptakan suasana belajar yang aktif dan bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas interaksi antara guru dan siswa berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran berbasis kearifan lokal serta berimplikasi pada penguatan kesadaran budaya di lingkungan sekolah dasar.
Copyrights © 2026