Transformasi digital global telah menciptakan kebutuhan mendesak akan tenaga kerja terampil di bidang teknologi informasi, sementara pendidikan formal belum sepenuhnya mampu memenuhinya. Kondisi ini membuka ruang bagi lembaga pendidikan nonformal untuk berperan sebagai alternatif strategis dalam pengembangan kompetensi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pendidikan nonformal di Makassar Coding, mencakup aspek kurikulum, strategi pembelajaran, sistem evaluasi, serta jaringan kemitraan industri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa Makassar Coding menerapkan kurikulum berbasis industri dengan proporsi 80% praktik dan 20% teori melalui metode project-based learning. Sistem evaluasi berbasis portofolio dan sertifikasi ganda terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi dan penyerapan lulusan di dunia kerja. Hasil penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi instruktur, perluasan jaringan industri, serta pengembangan dukungan alumni sebagai upaya menuju pendidikan nonformal yang adaptif dan berkelanjutan terhadap dinamika kebutuhan industri.
Copyrights © 2026