Interaksi sosial merupakan proses dasar yang membentuk pola hubungan, struktur sosial, dan makna dalam masyarakat. Dalam organisasi publik seperti Kementerian Agama (Kemenag), interaksi sosial berperan krusial tidak sekadar sebagai komunikasi pertukaran informasi, tetapi juga sebagai mekanisme membangun koordinasi, kepercayaan, budaya organisasi, dan pencapaian tujuan kolektif. Studi ini mengkaji implementasi interaksi sosial di Kemenag Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sebuah wilayah dengan keragaman sosial-keagamaan yang kompleks yang mencerminkan multikulturalisme Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini memaparkan bagaimana interaksi internal antar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan interaksi eksternal dengan masyarakat, termasuk ormas serta tokoh agama, dilaksanakan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Kemenag OKI mengedepankan budaya kolaboratif, komunikasi intensif, dan pembinaan SDM berkarakter, yang berkontribusi pada peningkatan efektivitas layanan, pemeliharaan harmoni sosial-keagamaan, dan penguatan legitimasi kelembagaan sebagai bagian yang dipercaya oleh masyarakat. Studi ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana interaksi sosial dapat menjadi strategi penting dalam tata kelola pemerintahan bidang agama yang adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial-kultural lokal. Temuan ini juga menyarankan pentingnya internalisasi nilai kearifan lokal dan moderasi beragama dalam mengelola keragaman untuk mewujudkan keharmonisan masyarakat.
Copyrights © 2026