Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Matematika di kelas II SD GMIT Kuanino 3. Dari 18 siswa, hanya 10 orang (55,56%) yang aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah 1–20. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari siklus I ke siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 55% menjadi 92,5% dan 97,5%, sementara aktivitas siswa meningkat dari 46,38% menjadi 93,47%. Ketuntasan belajar meningkat dari 55,56% menjadi 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa
Copyrights © 2025