Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik, tantangan, dan strategi penguatan pendidikan multikultural serta toleransi di SD Islam Pertiwi Nusantara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, analisis dokumen, dan diskusi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan nilai multikultural melalui pembiasaan 5S, keteladanan guru, interaksi sosial heterogen, serta kegiatan budaya yang melibatkan seluruh siswa tanpa membedakan agama, suku, maupun latar sosial. Nilai toleransi juga terintegrasi dalam pembelajaran tematik, Pendidikan Pancasila, pramuka, dan kegiatan keagamaan yang disesuaikan bagi siswa berbeda keyakinan. Tantangan yang ditemukan mencakup ejekan identitas antar siswa, keterbatasan layanan agama bagi siswa minoritas, serta belum adanya program multikultural yang terstruktur. Meski demikian, dukungan orang tua dan budaya sekolah yang inklusif memperkuat pembiasaan toleransi. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan multikultural memerlukan kebijakan sekolah yang sistematis, kolaborasi dengan orang tua, serta kompetensi guru dalam pedagogi inklusif untuk mewujudkan lingkungan belajar yang demokratis dan ramah keberagaman.
Copyrights © 2025