A. Elfikasari
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

WORKSHOP KOLABORATIF: PENYUSUNAN, VALIDASI DAN UJI COBA BAHAN AJAR TEMATIK BERBASIS ANALISIS KEBUTUHAN SISWA SD A. Elfikasari; Suardi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10833

Abstract

This study aims to develop project-based thematic teaching materials on the theme of Indonesian Cultural Diversity for fifth-grade elementary school students and assess their feasibility and effectiveness in learning. The development was carried out through the stages of needs analysis, material determination, script preparation, validation, revision, and limited trials. The needs analysis indicated that students require open-ended visual, interactive, and easy-to-understand materials. The resulting product is a mini-module containing cultural diversity material, discussion activities, word search projects, evaluation, and reflection. The results of teacher validation showed that the teaching materials are suitable for use with high scores in the aspects of material suitability, language, and activities, although visualization still needs to be strengthened. The trial showed that students understood the material well, were actively involved in group activities, and showed positive attitudes towards cultural diversity. Teacher and student feedback also confirmed that the open-ended materials are interesting, easy to use, and support the achievement of learning objectives. Overall, the teaching materials proved effective in improving conceptual understanding, learning motivation, and attitudes of respect for diversity.
ANALISIS PRAKTIK, TANTANGAN, DAN STRATEGI PENGUATAN MULTIKULTURALISME DAN TOLERANSI DI SEKOLAH DASAR A. Elfikasari; Suardi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10834

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik, tantangan, dan strategi penguatan pendidikan multikultural serta toleransi di SD Islam Pertiwi Nusantara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, analisis dokumen, dan diskusi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan nilai multikultural melalui pembiasaan 5S, keteladanan guru, interaksi sosial heterogen, serta kegiatan budaya yang melibatkan seluruh siswa tanpa membedakan agama, suku, maupun latar sosial. Nilai toleransi juga terintegrasi dalam pembelajaran tematik, Pendidikan Pancasila, pramuka, dan kegiatan keagamaan yang disesuaikan bagi siswa berbeda keyakinan. Tantangan yang ditemukan mencakup ejekan identitas antar siswa, keterbatasan layanan agama bagi siswa minoritas, serta belum adanya program multikultural yang terstruktur. Meski demikian, dukungan orang tua dan budaya sekolah yang inklusif memperkuat pembiasaan toleransi. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan multikultural memerlukan kebijakan sekolah yang sistematis, kolaborasi dengan orang tua, serta kompetensi guru dalam pedagogi inklusif untuk mewujudkan lingkungan belajar yang demokratis dan ramah keberagaman.
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH DASAR A. Elfikasari; Risda; Hastati; Nurasmin; Idawati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10948

Abstract

Profesionalisme guru merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang terintegrasi dalam praktik pembelajaran. Permasalahan yang masih dihadapi dalam dunia pendidikan Indonesia antara lain belum meratanya kualitas guru, tantangan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta rendahnya apresiasi terhadap profesi guru yang berdampak pada kinerja dan kualitas pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aspek-aspek pengembangan profesionalisme guru, strategi pengembangannya, serta peran pemerintah dalam mendukung terwujudnya guru profesional. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (penelitian perpustakaan) dengan menganalisis berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal, peraturan perundang-undangan, dan hasil penelitian relevan yang berkaitan dengan profesionalisme guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan profesionalisme guru dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik, penguasaan materi, kemampuan teknologi pendidikan, keterampilan sosial-emosional, serta pembelajaran berkelanjutan. Strategi yang efektif meliputi pelatihan dan lokakarya, Pendidikan Profesi Guru (PPG), praktik komunitas, pendampingan dan pembinaan, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dan kemitraan. Pemerintah memiliki peran strategis melalui kebijakan sertifikasi, peningkatan kualifikasi akademik, penguatan komunitas guru, dan peningkatan kesejahteraan. Dengan sinergi antara guru, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, pengembangan profesionalisme guru dapat berjalan optimal dan berdampak positif terhadap kualitas pendidikan nasional.
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi di Tinjau dari Gaya Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SD Inpres Minasa Upa A. Elfikasari; Abdul Azis; Syamsuriyanti Syamsuriyanti
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i1.30270

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menyesuaikan strategi pengajaran berdasarkan gaya belajar mereka. Namun, masih banyak pendidik yang belum menerapkan pendekatan ini secara optimal dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, sehingga motivasi belajar siswa belum maksimal yang mempengaruhi hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang ditinjau dari gaya belajar terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Minasa Upa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain eksperimen yaitu One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 22 siswa dari kelas VB. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur motivasi belajar siswa. Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan statistic deskriptif, uji normalitas dan uji-t (Paired Sample t-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam motivasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pendekatan ini memiliki dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berkontribusi secara positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas dalam pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.This study aims to determine the effect of a differentiated learning approach reviewed from the learning style on students' motivation and learning outcomes in the Pancasila Education subject in grade V of SD Inpres Minasa Upa. The research method used is a quantitative method with a One-Group Pretest-Posttest Design research design, namely research on one group without a control group. The results of the study showed that there was a significant increase in students' learning motivation after the implementation of differentiated learning. Students with a kinesthetic learning style experienced the highest increase in learning motivation. The results of the hypothesis test showed a Sig. (2-tailed) value of 0.001, which indicated a significant effect of the differentiated learning approach on students' learning motivation. This study concludes that differentiated learning that is adjusted to students' learning styles can increase motivation and learning outcomes optimally. Therefore, this approach is recommended to be applied in learning to improve the effectiveness of learning at the elementary school level.