Kajian tafsir Al-Qur’an di Nusantara tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial-historis yang melingkupi lahirnya karya tafsir tersebut. Tafsir Al-Furqan karya A. Hasan merupakan salah satu tafsir penting yang muncul pada masa transisi era kolonial menuju pasca kemerdekaan, sehingga memuat respons keislaman terhadap dinamika sosial, politik, dan kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi identitas keislaman Nusantara dalam Tafsir Al-Furqan melalui penafsiran ayat-ayat sosial Surah Al-Baqarah ayat 177–243 dengan pendekatan hermeneutik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif interpretatif. Data dianalisis menggunakan hermeneutika historis-kontekstual dengan menelaah relasi antara teks Al-Qur’an, konteks sosial-historis penafsir, dan horizon pemaknaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. Hasan membangun identitas keislaman Nusantara yang bercorak rasional, purifikatif, dan berorientasi pada etika sosial, keadilan, serta tanggung jawab kolektif umat. Tafsir ini juga merefleksikan sikap kritis terhadap ketidakadilan kolonial sekaligus mendorong kesadaran sosial dan kebangsaan pada masa awal kemerdekaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tafsir Al-Furqan berperan penting dalam pembentukan identitas keislaman Nusantara yang kontekstual, dinamis, dan berakar pada nilai-nilai sosial Al-Qur’an.
Copyrights © 2025