Henti jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Kualitas kompresi saat RJP yang diberikan kepada seseorang yang mengalami henti jantung sangat mempengaruhi keberlangsungan hidupnya. Mahasiswa keperawatan memiliki peran penting dalam upaya penyelamatan. Masih rendahnya kualitas kompresi saat simulasi RJP di laboratorium keperawatan pada mahasiswa Prodi Keperawatan menjadi dasar diperlukannya inovasi untuk meningkatkannya. Metronom menjadi salah satu alat yang dapat digunakan karena dapat menghasilkan ketukan yang berirama dan jelas dengan frekuensi yang telah diprogram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metronome terhadap kecepatan kompresi dada pada RJP. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperimen (eksperimen semu) pretest posttest without control groups. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa perempuan Prodi Keperawatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata pre intervensi 126 x/menit dan rata-rata post intervensi 117 x/menit. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p 0.036 ( p <0.05) yang artinya ada pengaruh penggunaan metronom terhadap kecepatan kompresi dada. Metronom dapat digunakan sebagai alat pandu mencapai kecepatan kompresi dada yang terstandar dalam pembelajaran laboratorium keperawatan.
Copyrights © 2024