Ketidakterpenuhan kebutuhan spiritual pada lansia dapat menyebabkan tekanan spiritual berupa gangguan terhadap keyakinan dan nilai-nilai yang memberikan keberanian, harapan, serta tujuan hidup. Hal ini dapat meningkatkan risiko lansia mengalami keputusasaan, kesepian, kecemasan, dan gangguan kesehatan. Lansia yang berada dalam kondisi terminal memiliki kebutuhan spiritual yang dapat dipenuhi dengan dukungan dari pengasuh. Informasi yang diberikan oleh atasan kepada pengasuh berperan penting dalam memastikan lansia mendapatkan pemenuhan kebutuhan spiritual, sehingga mereka dapat menghadapi akhir hayat dengan damai dan tenang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan pengasuh dalam memenuhi kebutuhan spiritual lansia yang mendekati ajal. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 37 orang, yang seluruhnya merupakan pengasuh. Teknik total sampling digunakan dalam pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51% pengasuh berjenis kelamin laki-laki, 54% memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA, dan 92% memiliki pengalaman kerja lebih dari tiga tahun. Selain itu, 51% pengasuh memiliki tingkat keahlian yang dikategorikan sebagai "baik" atau lebih tinggi. Mayoritas pengasuh memiliki pengalaman yang memadai yang berkontribusi pada optimalisasi pemenuhan kebutuhan spiritual lansia, memungkinkan mereka menghadapi akhir kehidupan dengan tenang dan bermartabat.
Copyrights © 2024