Meningkatnya interaksi digital di kalangan masyarakat, khususnya dalam komunitas game, yang sering memunculkan perilaku tidak etis seperti ujaran kebencian, provokasi, dan sikap toxic. Kondisi ini menunjukkan urgensi penerapan netiket sebagai etika berkomunikasi daring untuk menjaga keharmonisan interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh netiket terhadap perubahan sosial pengguna game online Mobile Legends dalam komunitas tersebut. Penelitian ini memiliki kebaruan karena secara khusus mengkaji pengaruh netiket terhadap perubahan sosial dalam komunitas esports RRQ Kingdom Sumatera Barat, suatu konteks yang belum banyak diteliti sebelumnya. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif kausal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan Quota Sampling, dengan jumlah sampel 101 anggota dari 503 populasi anggota komunitas RRQ Kingdom Sumbar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Penelitian ini menggunakan teori netiket dari Viginea Shea dan perubahan sosial dari Moore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa netiket berpengaruh signifikan terhadap perubahan sosial, dengan t hitung 12,065 > t tabel 1,98422 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Persamaan regresi Y = 5,950 + 0,318X mengindikasikan bahwa semakin tinggi penerapan netiket, semakin meningkat perubahan sosial yang terjadi dalam komunitas. Temuan ini tidak hanya memperkuat teori mengenai pentingnya etika digital, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi komunitas dan industri esports dalam membangun budaya interaksi digital yang positif dan konstruktif.
Copyrights © 2026