JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026

Pengaruh kombinasi posisi tripod dan latihan pernapasan diafragma terhadap status pernapasan pada pasien asma bronkial akut di unit gawat darurat

Ardiansyah, Diki (Unknown)
Shafira, Fadilah Anggelia (Unknown)
Yuswandi, Yuswandi (Unknown)
Badrujamaludin, Asep (Unknown)
Yulita, Rita Fitri (Unknown)
Awaliyah, Siti Nurbayanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Mar 2026

Abstract

Background: Bronchial asthma is a chronic inflammatory airway disease characterized by bronchial narrowing and hyperresponsiveness, leading to episodic dyspnea, wheezing, chest tightness, and coughing. In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological interventions such as the Tripod Position and Diaphragmatic Breathing Exercise may improve respiratory status in acute exacerbations. Purpose: To evaluate the effect of combining Tripod Position and Diaphragmatic Breathing Exercise on respiratory status in a patient with acute bronchial asthma. Method: A descriptive case study using a nursing approach was conducted. Data collection included interviews, observation, physical examination, literature review, and documentation analysis. Results: The patient presented with dyspnea, respiratory rate of 28 breaths/min, SpO₂ 88%, tachypnea, nasal flaring, and wheezing. The primary nursing diagnosis was ineffective airway clearance. After 15 minutes of combined Tripod Position and Diaphragmatic Breathing Exercise, respiratory rate decreased to 26 breaths/min, SpO₂ improved to 92%, and dyspnea severity reduced to a score of 3. Conclusion: The combination of Tripod Position and Diaphragmatic Breathing Exercise improved respiratory parameters in acute bronchial asthma. This non-pharmacological intervention may serve as an adjunct to pharmacological therapy in nursing practice. Keywords: Acute Bronchial Asthma; Diaphragmatic Breathing Exercis; Respiratory status; Tripod position. Pendahuluan: Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai dengan penyempitan dan hiperresponsivitas bronkus, sehingga menimbulkan gejala episodik berupa sesak napas, mengi, rasa berat di dada, dan batuk. Selain terapi farmakologis, intervensi non-farmakologis seperti Posisi Tripod dan Latihan Pernapasan Diafragma dapat membantu memperbaiki status respirasi pada kondisi eksaserbasi akut. Tujuan: Untuk Mengevaluasi efek kombinasi posisi tripod dan latihan pernapasan diafragma terhadap status respirasi pada pasien dengan asma bronkial akut. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan keperawatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, kajian literatur, dan studi dokumentasi. Hasil: Pasien dengan asma bronkial akut menunjukkan sesak napas, frekuensi napas 28 kali/menit, SpO₂ 88%, takipnea, napas cuping hidung, serta bunyi tambahan berupa mengi. Diagnosis keperawatan utama adalah bersihan jalan napas tidak efektif. Setelah intervensi kombinasi Posisi Tripod dan Latihan Pernapasan Diafragma selama 15 menit, frekuensi napas menurun menjadi 26 kali/menit, SpO₂ meningkat menjadi 92%, dan tingkat sesak napas menurun menjadi skor 3 (sedang). Simpulan: Kombinasi Posisi Tripod dan Latihan Pernapasan Diafragma terbukti memperbaiki parameter respirasi pada pasien dengan asma bronkial akut. Intervensi non-farmakologis ini dapat dijadikan terapi tambahan yang mendukung manajemen farmakologis dalam praktik keperawatan Kata Kunci: Asma Bronkial Akut; Diaphragmatic Breathing Exercise; Tripod Position Status pernafasan.      

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

qlt

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua ...