Minyak goreng bekas yang biasa disebut sebagai minyak jelantah merupakan minyak sisa penggorengan yang telah digunakan berulang kali. Penggunaan minyak secara berulang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, minyak jelantah yang dibuang secara langsung dapat mencemari tanah dan sumber perairan. Kabar baiknya, minyak jelantah dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat, yaitu sabun dan lilin aromaterapi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu PKK Desa Way Galih mengenai bahaya minyak jelantah bagi kesehatan manusia dan lingkungan, serta pemanfaatannya dalam pembuatan sabun dan lilin aromaterapi. Sebelum digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun dan lilin, minyak jelantah terlebih dahulu dijernihkan menggunakan arang aktif, kemudian disaring hingga diperoleh minyak yang lebih jernih. Sabun dibuat dengan mencampurkan minyak jelantah dengan NaOH dan bahan tambahan lainnya. Campuran tersebut diaduk hingga homogen, kemudian didiamkan hingga mengeras. Lilin dibuat dengan mencampurkan minyak jelantah dengan parafin, pewangi, dan pewarna. Campuran dipanaskan hingga homogen, lalu dituangkan ke dalam wadah lilin yang telah disiapkan. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan dapat mempraktikkan secara langsung proses pembuatan sabun dan lilin. Produk yang dihasilkan berupa sabun padat dan lilin aromaterapi beraroma serai. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan, yang ditunjukkan oleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.
Copyrights © 2026