Kepemimpinan yang tidak memiliki visi strategis, cenderung sentralistik, serta minim partisipasi telah menciptakan hambatan struktural dan budaya yang menghambat pengembangan dosen. Kurangnya dukungan terhadap inovasi, resistensi terhadap transformasi digital, tidak adanya sistem insentif akademik, serta praktik favoritisme menjadi faktor penghambat utama dalam penguatan budaya akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kepemimpinan terhadap pengembangan dosen di Perguruan Tinggi Agama Islam Kota Tanjungbalai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dilaksanakan di salah satu Perguruan Tinggi Agama Islam yang berada di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari berbagai elemen sivitas akademika yang memiliki pengalaman dan pengetahuan langsung terkait isu yang diteliti, yaitu dosen senior, dosen muda, Staf akademik dan administrasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik yakni reduksi data, kategorisasi data, penyajian data, penarikan Kesimpulan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan di Perguruan Tinggi Agama Islam belum menjalankan peran transformatif sebagaimana yang dibutuhkan dalam menghadapi tuntutan globalisasi dan digitalisasi pendidikan. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengelolaan pendidikan tinggi keagamaan, khususnya dalam membangun sistem kepemimpinan yang partisipatif, visioner, dan mendukung pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Adapun keterbatasan penelitian terletak pada ruang lingkup institusi yang sempit dan pendekatan kualitatif yang belum mencakup pengukuran kuantitatif. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengadopsi pendekatan campuran (mixed methods) dan memperluas cakupan studi ke berbagai Perguruan Tinggi Agama Islam lainnya di Indonesia.
Copyrights © 2025