Penelitian ini menganalisis keselarasan antara mutu kelembagaan (structural quality) yang diwakili oleh akreditasi (BAN-PDM, 2025) dan hasil pembelajaran (functional quality) yang diwakili oleh capaian literasi-numerasi (Rapor Pendidikan, 2025) di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Melalui pendekatan deskriptif kuantitatif, sampel sebanyak 164 satuan pendidikan ditentukan secara purposive dan dianalisis menggunakan matriks keselarasan untuk memetakan akreditasi dengan komposit literasi-numerasi dalam tiga kelompok utama: selaras, kesenjangan negatif, dan kesenjangan positif. Temuan mengungkap kesenjangan negatif antara akreditasi dan komposit literasi-numerasi. Sebanyak 20,5% satuan pendidikan berakreditasi A berkategori "Kurang" pada komposit literasi-numerasi, 51,3% berkategori "Sedang" pada komposit literasi-numerasi, dan 56,7% satuan pendidikan berakreditasi B berkategori "Kurang" pada komposit literasi-numerasi. Hasil ini mengindikasikan lemahnya konsistensi antara mutu struktural dan kinerja proses inti pembelajaran (technical core), yang menunjukkan bahwa sistem penjaminan mutu pendidikan belum terintegrasi secara optimal. Temuan ini menunjukkan perlunya pemanfaatan data capaian hasil belajar secara lebih optimal dalam sistem penjaminan mutu pendidikan, sehingga evaluasi mutu tidak hanya merefleksikan kelengkapan struktural, tetapi juga mutu hasil belajar peserta didik.
Copyrights © 2026