Desa Pemogan di Denpasar Selatan menghadapi tantangan banjir yang signifikan akibat urbanisasi pesat dan perubahan topografi. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas implementasi kebijakan mitigasi banjir berbasis komunitas di wilayah tersebut. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan via wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kebijakan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu efektivitas program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas mitigasi sangat ditentukan oleh faktor non-teknis, yaitu: (1) transparansi komunikasi antara pemerintah desa dan komunitas; (2) tingkat partisipasi aktif masyarakat; dan (3) integrasi inisiatif lokal ke dalam kebijakan formal. Tantangan utama yang ditemukan adalah lemahnya koordinasi antar-sektor dan keterbatasan pendanaan yang menghambat keberlanjutan program. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan mitigasi tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kemampuan kebijakan dalam mendorong kolaborasi adaptif yang menempatkan komunitas sebagai subjek utama. Oleh karena itu, direkomendasikan pergeseran dari pendekatan top-down ke model bottom-up yang partisipatif untuk mewujudkan resiliensi bencana yang holistik dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025