Fenomena alih kode (code-switching) dan campur kode (code-mixing) semakin sering muncul dalam komunikasi mahasiswa di media sosial sebagai cerminan dinamika penggunaan bahasa dalam konteks masyarakat bilingual dan multilingual. Perpaduan antara bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, menjadi bagian dari gaya komunikasi modern yang menunjukkan identitas, kedekatan sosial, serta keakraban dalam interaksi daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan faktor penyebab terjadinya code-switching dan code-mixing dalam komunikasi mahasiswa di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Twitter, dan WhatsApp. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi daring, dokumentasi percakapan, dan analisis wacana terhadap tuturan yang mengandung fenomena alih kode dan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa code-switching yang paling dominan adalah bentuk intersentensial dan tag-switching, sedangkan code-mixing paling banyak terjadi dalam bentuk penyisipan kata dan frasa bahasa Inggris pada struktur bahasa Indonesia. Faktor penyebab utama penggunaan kedua bentuk tersebut meliputi kebiasaan linguistik, pengaruh lingkungan akademik, upaya menunjukkan identitas sosial dan intelektual, serta kebutuhan ekspresif untuk memperjelas makna atau menambah daya tarik komunikasi. Penggunaan alih kode dan campur kode juga memiliki fungsi sosial, seperti mempererat hubungan antarpenutur, menandai solidaritas kelompok, dan mengekspresikan emosi secara lebih alami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena code-switching dan code-mixing di kalangan mahasiswa bukan sekadar penyimpangan dari norma bahasa, tetapi mencerminkan kreativitas linguistik dan adaptasi terhadap konteks komunikasi digital yang cair dan multibahasa. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman sosiolinguistik kontemporer, khususnya dalam melihat peran bahasa sebagai simbol identitas, solidaritas, dan fleksibilitas sosial di ruang komunikasi virtual
Copyrights © 2025