Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Data Warehouse untuk Pengolahan Data Akademik Perguruan Tinggi Putri Anisa
Jurnal Komputer dan Teknik Informatika Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi November
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut perguruan tinggi untuk mampu mengelola data akademik secara efisien, terintegrasi, dan akurat guna mendukung pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini membahas implementasi data warehouse sebagai solusi pengolahan data akademik di perguruan tinggi yang selama ini masih terpisah dan redundan. Melalui pendekatan konseptual dan studi empiris, data warehouse dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sumber data seperti sistem akademik, penelitian, dan kepegawaian ke dalam satu repositori terpusat. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan data warehouse meningkatkan efektivitas analisis data, mempercepat proses pelaporan, dan mendukung sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan demikian, data warehouse berperan penting dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang berbasis data (data-driven management) secara berkelanjutan.
Kode-Switching dan Kode-Mixing pada Komunikasi Mahasiswa di Media Sosial: Kajian Sosiolinguistik Putri Anisa
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2025): November-Januari
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena alih kode (code-switching) dan campur kode (code-mixing) semakin sering muncul dalam komunikasi mahasiswa di media sosial sebagai cerminan dinamika penggunaan bahasa dalam konteks masyarakat bilingual dan multilingual. Perpaduan antara bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, menjadi bagian dari gaya komunikasi modern yang menunjukkan identitas, kedekatan sosial, serta keakraban dalam interaksi daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan faktor penyebab terjadinya code-switching dan code-mixing dalam komunikasi mahasiswa di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Twitter, dan WhatsApp. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi daring, dokumentasi percakapan, dan analisis wacana terhadap tuturan yang mengandung fenomena alih kode dan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa code-switching yang paling dominan adalah bentuk intersentensial dan tag-switching, sedangkan code-mixing paling banyak terjadi dalam bentuk penyisipan kata dan frasa bahasa Inggris pada struktur bahasa Indonesia. Faktor penyebab utama penggunaan kedua bentuk tersebut meliputi kebiasaan linguistik, pengaruh lingkungan akademik, upaya menunjukkan identitas sosial dan intelektual, serta kebutuhan ekspresif untuk memperjelas makna atau menambah daya tarik komunikasi. Penggunaan alih kode dan campur kode juga memiliki fungsi sosial, seperti mempererat hubungan antarpenutur, menandai solidaritas kelompok, dan mengekspresikan emosi secara lebih alami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena code-switching dan code-mixing di kalangan mahasiswa bukan sekadar penyimpangan dari norma bahasa, tetapi mencerminkan kreativitas linguistik dan adaptasi terhadap konteks komunikasi digital yang cair dan multibahasa. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman sosiolinguistik kontemporer, khususnya dalam melihat peran bahasa sebagai simbol identitas, solidaritas, dan fleksibilitas sosial di ruang komunikasi virtual
CONNECTING MINDS AND SCREENS: THE MEDIATING INFLUENCE OF CYBERLOAFING ON COGNITIVE ABSORPTION AND SOCIAL WELL-BEING Elrisfa Magistarina; Rahayu Hardianti Utami; Rizal Kurniawan; Dedi Supendra; Verlanda Yuca; Putri Anisa; Altashya Nurul Budiani; Yonatri Cahya Ningtias
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rap.v15.i1.59

Abstract

Social well-being is a part of subjective well-being used to measure mental health as a measurement of mental health, which is an indicator of quality of life. People can achieve social well-being when they have a good and deep quality relationship with others. However, people use technology almost daily, impairing their social well-being. Moreover, they also tend to do cyberloafing, which makes them spend more time on their gadget. This project's principal objective was to investigate cyberloafing's effect on cognitive absorption and social well-being. A quantitative method using three questionnaires (cognitive absorption scale, cyberloafing questionnaire, and social well-being) involving 178 respondents was employed. The data was analyzed using Mediation Analysis in JASP software. The findings indicated a partial mediation in cyberloafing on the relationship between cognitive absorption and cyberloafing.
ADAPTASI DAN VALIDASI SKALA CLS-H-SF (COMPASSIONATE LOVE SCALE FOR HUMANITY) VERSI BAHASA INDONESIA: TINJAUAN MELALUI CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS (CFA) Lovina Ausha Nessaputri; Putri Anisa; Devi Lusiria
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 4 No 1 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v4i1.477

Abstract

Cinta penuh kasih (compassionate love) merupakan konstruk psikologis penting yang berkontribusi terhadap kesejahteraan individu dan kualitas hubungan sosial. Meskipun Compassionate Love Scale for Humanity – Short Form (CLS-H-SF) telah menunjukkan validitas yang baik di berbagai konteks budaya, versi Bahasa Indonesia yang tervalidasi belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi dan menguji validitas konstruk dari CLS-H-SF versi Bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Partisipan berjumlah 367 orang yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum (usia 18– 65 tahun). Proses adaptasi melibatkan penerjemahan oleh tiga ahli, penilaian pakar, serta revisi berdasarkan umpan balik. Hasil CFA menunjukkan model unidimensional yang sesuai dengan indeks kecocokan yang memadai (CFI = 0,976; TLI = 0,968; RMSEA = 0,074; SRMR = 0,028). Seluruh item memiliki faktor loading yang signifikan (0,717–0,972) dengan varians terjelaskan antara 46,5% hingga 72,6%. Temuan ini mengonfirmasi bahwa seluruh item mengukur satu konstruk, yaitu cinta penuh kasih terhadap umat manusia. CLS-H-SF versi Bahasa Indonesia terbukti memiliki validitas konstruk yang kuat dan dapat digunakan untuk mengukur cinta penuh kasih dalam konteks budaya Indonesia.
The silence struggle : Hubungan Penerimaan Diri Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja Laki-Laki Fatherless Putri Anisa; Izzanil Hidayati; Rahmadianti Aulia
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.1007

Abstract

Kondisi fatherless dapat memengaruhi perkembangan psikologis remaja laki-laki, salah satunya terkait dengan subjective well-being. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan subjective well-being adalah penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dan subjective well-being pada remaja laki-laki fatherless. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 126 remaja laki-laki berusia 12–18 tahun yang mengalami kondisi fatherless dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala penerimaan diri, Satisfaction with Life Scale (SWLS), dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara penerimaan diri dan subjective well-being (r = 0,463; p < 0,001). Selain itu, sebagian besar responden memiliki tingkat penerimaan diri (72,2%) dan subjective well-being (65,1%) pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerimaan diri yang dimiliki remaja laki-laki fatherless, semakin tinggi pula tingkat subjective well-being yang mereka rasakan. Dengan demikian, penerimaan diri merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif pada remaja laki-laki fatherless.
Kinerja Keuangan dan Risiko Kredit pada Sektor Perbankan Indonesia Putri Anisa
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi November
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kinerja keuangan dan risiko kredit pada sektor perbankan Indonesia. Kinerja keuangan diukur melalui profitabilitas, efisiensi, dan likuiditas, sedangkan risiko kredit diukur menggunakan Non-Performing Loan (NPL). Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan bank dan publikasi resmi Bank Indonesia serta OJK periode 2015–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk menguji pengaruh kinerja keuangan terhadap risiko kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan efisiensi memiliki pengaruh signifikan terhadap NPL, sedangkan likuiditas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan kinerja keuangan untuk meminimalkan risiko kredit serta meningkatkan stabilitas sistem perbankan di Indonesia.