Penggunaan alat kontrasepsi di kalangan PUS sangat bervariasi. Di Kelurahan Demangan, pengguna KB hormonal terdiri dari 63 jiwa dengan suntik, 48 jiwa dengan implan, dan 41 jiwa dengan pil. Penggunaan pil KB merupakan yang terendah di antara jenis kontrasepsi hormonal lainnya. Rendahnya penggunaan pil KB diduga dipengaruhi oleh persepsi terhadap efek samping dan tingkat self-efficacy pasangan usia subur. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan penggunaan alat kontrasepsi pil pada pasangan usia subur di Kelurahan Demangan Yogyakarta tahun 2024. Penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 103 PUS, dengan sampel sebanyak 82 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner modifikasi Family Planning Self-Efficacy Scale. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman’s rho. Mayoritas responden berusia 20–44 tahun (80,5%), berpendidikan SMA/sederajat (41,5%), berstatus ibu rumah tangga (48,8%), dan tidak memiliki penghasilan (48,8%). Sebagian besar memiliki self-efficacy tinggi (54,9%), namun tidak menggunakan pil KB (59,8%). Uji Spearman’s rho menunjukkan hubungan signifikan antara self-efficacy dengan penggunaan pil KB (p = 0,007; r = 0,294), dengan keeratan rendah. Terdapat hubungan signifikan dengan keeratan rendah antara self-efficacy dengan penggunaan pil KB. Self-efficacy berperan penting dalam pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain agar hasil lebih komprehensif dan inovatif.
Copyrights © 2025