Oktalia Damar Prasetyaningrum
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PIL PADA PASANGAN USIA SUBUR Dwi Afrita Sari; Priyani Haryanti; Oktalia Damar Prasetyaningrum; Resta Betaliani Wirata
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i1.1

Abstract

Penggunaan alat kontrasepsi di kalangan PUS sangat bervariasi. Di Kelurahan Demangan, pengguna KB hormonal terdiri dari 63 jiwa dengan suntik, 48 jiwa dengan implan, dan 41 jiwa dengan pil. Penggunaan pil KB merupakan yang terendah di antara jenis kontrasepsi hormonal lainnya. Rendahnya penggunaan pil KB diduga dipengaruhi oleh persepsi terhadap efek samping dan tingkat self-efficacy pasangan usia subur. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan penggunaan alat kontrasepsi pil pada pasangan usia subur di Kelurahan Demangan Yogyakarta tahun 2024. Penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 103 PUS, dengan sampel sebanyak 82 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner modifikasi Family Planning Self-Efficacy Scale. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman’s rho. Mayoritas responden berusia 20–44 tahun (80,5%), berpendidikan SMA/sederajat (41,5%), berstatus ibu rumah tangga (48,8%), dan tidak memiliki penghasilan (48,8%). Sebagian besar memiliki self-efficacy tinggi (54,9%), namun tidak menggunakan pil KB (59,8%). Uji Spearman’s rho menunjukkan hubungan signifikan antara self-efficacy dengan penggunaan pil KB (p = 0,007; r = 0,294), dengan keeratan rendah. Terdapat hubungan signifikan dengan keeratan rendah antara self-efficacy dengan penggunaan pil KB. Self-efficacy berperan penting dalam pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain agar hasil lebih komprehensif dan inovatif.
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA Febiana Cindy Sulo; Tri Wahyuni Ismoyowati; Oktalia Damar Prasetyaningrum; Resta Betaliani Wirata
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i2.6

Abstract

Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Menurut BKKBN secara global, diperkirakan 15 juta remaja hamil setiap tahunnya, 60% di antaranya hamil di luar nikah. Didapatkan gaya berpacaran yang dilakukan siswa-siswi tersebut yaitu berpegangan tangan, ciuman pipi, merangkul dan dirangkul dan didapatkan siswa memiliki bentuk perilaku seksual berisiko yaitu melakukan ciuman bibir dan sebagian besar dari mereka terpengaruh oleh gaya berpacaran seperti teman lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Analisis menggunakan uji spearman rank dan sudah lolos Ethical Clearence, populasi berjumlah 180 dengan sampel 45 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan teknik stratified random sampling, menggunakan alat ukur kuesioner. P-value 0,011 < α 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Hα diterima. Ada hubungan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain dan dapat memberikan edukasi kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual berisiko dalam meninjau perilaku seksual berisiko pada remaja.