Penelitian ini menganalisis strategi guru PAUD dalam membangun toleransi dan empati anak usia dini melalui pendekatan bermain terstruktur. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana guru merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi aktivitas bermain yang secara sengaja diarahkan untuk menumbuhkan kemampuan sosial-emosional dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada tiga lembaga PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan terstruktur yang mengintegrasikan kerja sama, pengambilan giliran, pemecahan masalah bersama, serta role play mampu memicu respons prososial yang konsisten pada anak. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan interaksi, memberi model perilaku empatik, dan melakukan penguatan verbal saat anak menunjukkan perilaku toleran maupun empatik. Hambatan yang muncul meliputi perbedaan karakter anak, keterbatasan alat permainan, dan inkonsistensi pendampingan orang tua di rumah. Secara keseluruhan, bermain terstruktur terbukti efektif menjadi medium pedagogis untuk menanamkan toleransi dan empati, selama didukung perencanaan yang jelas dan intervensi guru yang konsisten. Studi ini menegaskan bahwa penguatan nilai sosial-emosional sejak usia dini perlu menjadi bagian integral dari kurikulum PAUD melalui desain aktivitas bermain yang sistematis.
Copyrights © 2025