Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Role of Play Methods in Developing Creativity in Early Childhood Siti Khodijah; Cindy Atika Rizki
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupaud.v1i1.67

Abstract

This study aims to examine the role of play methods in developing early childhood creativity. Play is not only a form of entertainment but also an effective learning medium to stimulate imagination, problem-solving, and children’s social skills. Using a qualitative approach through a literature review, this study found that play methods significantly contribute to children’s creativity development across cognitive, affective, and psychomotor domains. The results emphasize that play methods should be integrated into early childhood education to optimize their creative potential.
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia 3–6 Tahun Fadilah Ramadani; Siti Khodijah; Cindy Atika Rizki; Muhammad Hasanuddin
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupaud.v1i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan sosial anak usia 3–6 tahun dengan menyoroti pola interaksi, kemampuan komunikasi, dan regulasi emosi dalam aktivitas bermain. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan anak, orang tua, serta guru pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menurunkan kualitas interaksi sosial, menghambat kelancaran komunikasi, dan memicu ketergantungan emosional pada perangkat. Sebaliknya, penggunaan yang didampingi dan diatur secara tepat dapat tetap mendukung perkembangan sosial anak melalui keseimbangan antara pengalaman digital dan interaksi langsung. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendampingan orang tua dan pengaturan penggunaan gadget dalam mendukung perkembangan sosial anak usia dini.
Strategi Guru PAUD Membangun Toleransi dan Empati melalui Bermain Terstruktur Cindy Atika Rizki; Muthiah Habibah; Nabila Khairuniza
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupaud.v1i1.71

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi guru PAUD dalam membangun toleransi dan empati anak usia dini melalui pendekatan bermain terstruktur. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana guru merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi aktivitas bermain yang secara sengaja diarahkan untuk menumbuhkan kemampuan sosial-emosional dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada tiga lembaga PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan terstruktur yang mengintegrasikan kerja sama, pengambilan giliran, pemecahan masalah bersama, serta role play mampu memicu respons prososial yang konsisten pada anak. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan interaksi, memberi model perilaku empatik, dan melakukan penguatan verbal saat anak menunjukkan perilaku toleran maupun empatik. Hambatan yang muncul meliputi perbedaan karakter anak, keterbatasan alat permainan, dan inkonsistensi pendampingan orang tua di rumah. Secara keseluruhan, bermain terstruktur terbukti efektif menjadi medium pedagogis untuk menanamkan toleransi dan empati, selama didukung perencanaan yang jelas dan intervensi guru yang konsisten. Studi ini menegaskan bahwa penguatan nilai sosial-emosional sejak usia dini perlu menjadi bagian integral dari kurikulum PAUD melalui desain aktivitas bermain yang sistematis.
Implementasi Pembelajaran STEAM untuk Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini Cindy Atika Rizki; Mel Wulandini; Nabila Khairuniza
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupaud.v1i2.191

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran yang aktif, eksploratif, dan menyenangkan. Namun, proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan cenderung memberikan contoh hasil akhir yang harus diikuti anak dapat membatasi kesempatan anak dalam mengembangkan ide dan imajinasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM) dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Perkembangan kreativitas anak diamati berdasarkan empat indikator, yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas anak setelah penerapan pembelajaran STEAM. Berdasarkan data yang diperoleh, persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 40% pada kondisi awal menjadi 65% pada siklus I dan meningkat menjadi 90% pada siklus II. Penerapan pembelajaran STEAM memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan eksplorasi, menghasilkan ide, mencoba berbagai alternatif penyelesaian, menciptakan karya, serta mengembangkan imajinasi melalui pengalaman belajar secara langsung. Dengan demikian, pembelajaran STEAM dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam mendukung pengembangan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada anak.
Detection of AI-Generated Text in Academic Writing Using Transformer-Based Models Cindy Atika Rizki; Nabila Khairuniza; Mel Wulandini
Journal of Computer Science, Artificial Intelligence and Communications Vol 3 No 1 (2026): May 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jocsaic.v3i1.178

Abstract

The rapid advancement of generative artificial intelligence (AI), particularly large language models (LLMs), has significantly transformed academic writing by enabling the automatic generation of coherent and contextually relevant text. While these technologies improve writing efficiency and accessibility, they also raise serious concerns regarding academic integrity, originality, and authorship. Conventional plagiarism detection tools are ineffective in identifying AI-generated content because such text is often original rather than copied. This study proposes a transformer-based approach for detecting AI-generated text in academic writing by evaluating the performance of four pre-trained language models: BERT, RoBERTa, DistilBERT, and DeBERTa. The research methodology consists of dataset collection, text preprocessing, dataset splitting, transformer model fine-tuning, and performance evaluation using Accuracy, Precision, Recall, F1-score, and ROC-AUC. Experimental results show that all evaluated transformer models achieved excellent classification performance, with DeBERTa producing the highest accuracy of 98.10%, followed by RoBERTa (97.20%), BERT (95.10%), and DistilBERT (93.40%). These findings demonstrate that transformer-based architectures effectively capture contextual and semantic characteristics that distinguish AI-generated text from human-authored academic writing. The proposed approach provides a reliable solution for supporting academic integrity and assisting educators, publishers, and research institutions in detecting AI-generated content within scholarly documents.
Pengaruh Knowledge Management System terhadap Efektivitas Pengambilan Keputusan Organisasi di Era Digital Cindy Atika Rizki; Nabila Khairuniza; Muthiah Habibah
Journal of Management, Economics, and Accounting Research Vol. 1 No. 2 (2026): March 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jomear.v1i2.66

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong organisasi untuk mengelola pengetahuan secara lebih efektif guna mendukung proses pengambilan keputusan. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah implementasi Knowledge Management System (KMS), yaitu sistem yang berfungsi untuk mengelola, menyimpan, mendistribusikan, dan memanfaatkan pengetahuan organisasi secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Knowledge Management System terhadap efektivitas pengambilan keputusan organisasi di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan studi literatur. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden yang merupakan pengguna sistem manajemen pengetahuan dalam organisasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan antara variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Knowledge Management System berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 83,8%, sedangkan efektivitas pengambilan keputusan memperoleh nilai rata-rata sebesar 84,4%. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) yang menandakan bahwa KMS berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengambilan keputusan organisasi. Selain itu, nilai koefisien determinasi sebesar 68% menunjukkan bahwa KMS memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan kualitas keputusan organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Knowledge Management System dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan serta mendukung kinerja organisasi dalam menghadapi tantangan transformasi digital.