Bahasa memiliki peran penting sebagai alat komunikasi dan identitas bangsa. Di kalangan mahasiswa, penggunaan bahasa baku dan nonbaku menunjukkan dinamika komunikasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk media sosial dan tren budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa baku dan nonbaku di kalangan mahasiswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) dalam bentuk podcast bersama salah satu mahasiswa Universitas Negeri Medan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis wacana untuk memahami pola penggunaan bahasa dalam berbagai konteks komunikasi, baik formal maupun informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan bahasa baku dalam situasi formal untuk menjaga kejelasan, kesopanan, dan profesionalisme, sedangkan bahasa nonbaku atau bahasa gaul lebih sering digunakan dalam interaksi informal sebagai bentuk ekspresi sosial dan identitas kelompok. Faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa nonbaku meliputi keterbatasan karakter dalam media sosial serta tren komunikasi yang berkembang. Kesimpulannya, mahasiswa perlu menyesuaikan penggunaan bahasa mereka sesuai dengan konteks. Bahasa baku tetap diperlukan dalam komunikasi resmi, sementara bahasa nonbaku memungkinkan komunikasi yang lebih fleksibel dalam situasi santai. Dengan memahami keseimbangan ini, mahasiswa dapat berkomunikasi secara efektif dalam berbagai lingkungan.
Copyrights © 2025