Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Etnobotani Minuman Bandrek (Tabbar) Khas Batak Toba Findi Septiani; Anisali Panjaitan; Judika Agnesia Purba; Yolanda Dealova Sihite; Donna Ariesta Sinaga; Ester Tania Monita Silalahi; Adel Dwi Nita Silalahi; Cicik Suriani
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7312

Abstract

Minuman tradisional Tabbar (bandrek khas Batak Toba) merupakan warisan budaya yang masih dikonsumsi secara turun-temurun dan dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan, khususnya sistem ekskresi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai etnobotani Tabbar, proses peracikan tradisional, serta manfaat kesehatannya menurut pengalaman empiris masyarakat Batak Toba. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur kepada peramu dan konsumen Tabbar, serta observasi langsung proses pembuatannya. Data dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk memastikan keabsahan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tabbar diramu dari jahe merah (Zingiber officinale), lada (Piper ningrum), kayu manis (Cinnamomum burmannii), serai (Cymbopogon citratus), lengkuas (Alpinia galanga), cengkeh (Syzygium aromaticum), dan gula merah. Masyarakat meyakini minuman ini dapat melancarkan peredaran darah, memperbaiki metabolisme, membantu pengeluaran zat sisa melalui urin dan keringat, serta mengurangi keluhan pada saluran kemih. Analisis etnobotani menunjukkan adanya kandungan bioaktif seperti gingerol, alkaloid, flavonoid, dan minyak atsiri yang berpotensi mendukung fungsi ginjal dan kesehatan tubuh. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Tabbar bukan sekadar minuman tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Batak Toba yang menyatukan aspek kesehatan, kearifan lokal, dan nilai sosial. Temuan ini membuka peluang penelitian farmakologis lanjutan serta pengembangan Tabbar sebagai produk herbal tradisional dalam kesehatan modern.
Penggunaan Bahasa Baku dan Non-Baku di Kalangan Mahasiswa Adelina Dwi Nita Silalahi; Anisali Panjaitan; Yolanda Dealova Sihite; M Surip
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5706

Abstract

Bahasa memiliki peran penting sebagai alat komunikasi dan identitas bangsa. Di kalangan mahasiswa, penggunaan bahasa baku dan nonbaku menunjukkan dinamika komunikasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk media sosial dan tren budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa baku dan nonbaku di kalangan mahasiswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) dalam bentuk podcast bersama salah satu mahasiswa Universitas Negeri Medan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis wacana untuk memahami pola penggunaan bahasa dalam berbagai konteks komunikasi, baik formal maupun informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan bahasa baku dalam situasi formal untuk menjaga kejelasan, kesopanan, dan profesionalisme, sedangkan bahasa nonbaku atau bahasa gaul lebih sering digunakan dalam interaksi informal sebagai bentuk ekspresi sosial dan identitas kelompok. Faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa nonbaku meliputi keterbatasan karakter dalam media sosial serta tren komunikasi yang berkembang. Kesimpulannya, mahasiswa perlu menyesuaikan penggunaan bahasa mereka sesuai dengan konteks. Bahasa baku tetap diperlukan dalam komunikasi resmi, sementara bahasa nonbaku memungkinkan komunikasi yang lebih fleksibel dalam situasi santai. Dengan memahami keseimbangan ini, mahasiswa dapat berkomunikasi secara efektif dalam berbagai lingkungan.