Pendidikan tinggi inklusif tidak hanya menuntut ketersediaan pembelajaran yang adil, tetapi juga sarana dan prasarana yang ramah bagi penyandang disabilitas. Artikel ini membahas kondisi aktual, tantangan, serta roadmap pengembangan fasilitas aksesibel di Universitas Sebelas Maret (UNS) hingga tahun 2028. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian memetakan enam kategori sarana prasarana aksesibel: parkir difabel, guiding block, ramp, toilet difabel, lift, dan labelisasi braille pada ruang strategis, berdasarkan inventarisasi fasilitas di tingkat fakultas. Hasil analisis menunjukkan adanya kesenjangan signifikan, di mana sebagian besar fakultas masih belum memenuhi standar teknis Permen PUPR No. 14 Tahun 2017. Temuan ini menegaskan bahwa penyediaan fasilitas aksesibel merupakan fondasi utama bagi keterlibatan mahasiswa difabel, sementara integrasi teknologi kampus cerdas menjadi fase lanjutan untuk memperkuat inklusivitas berkelanjutan. Roadmap pengembangan yang disusun menegaskan pentingnya tahapan strategis mulai dari penyediaan infrastruktur dasar (2025), konstruksi permanen dan digitalisasi awal (2026), integrasi antar-fakultas (2027), hingga implementasi smart facilities (2028). Implikasi praktisnya, UNS perlu menata prioritas pembangunan secara bertahap, melibatkan partisipasi mahasiswa penyandang disabilitas, serta memperkuat komitmen kelembagaan. Secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur tentang manajemen kampus inklusif di Indonesia dan dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang adil, setara, dan berkelanjutan
Copyrights © 2025