Penerapan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di puskesmas sangat penting untuk memastikan keselamatan petugas kesehatan dan pasien. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen K3 di Puskesmas Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Studi deskriptif kualitatif dilakukan dari November hingga Desember 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan tinjauan dokumen yang melibatkan lima informan yang dipilih secara purposif, termasuk kepala puskesmas, kepala administrasi, koordinator mutu dan keselamatan, dokter, dan perawat. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas telah membentuk tim K3 dan menerapkan beberapa komponen sistem manajemen K3, termasuk kebijakan, identifikasi bahaya, pengendalian risiko, dan ketersediaan alat pelindung diri. Namun, beberapa kelemahan teridentifikasi, seperti tidak adanya anggaran K3 khusus, kurangnya personel K3 bersertifikat, tidak adanya prosedur formal untuk pelaporan kecelakaan kerja, dan mekanisme pemantauan dan evaluasi yang terbatas. Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi sistem manajemen K3 telah dimulai tetapi belum optimal. Penguatan komitmen kelembagaan, penyediaan pelatihan berkala, dan peningkatan mekanisme pemantauan dan evaluasi direkomendasikan untuk meningkatkan implementasi K3.
Copyrights © 2026