Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi bullying terhadap hafalan wiridan santri kelas VII di Pondok Pesantren Nurul Iman Silau Dunia Simalungun, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru, pengasuh asrama, dan santri kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengatasi bullying meliputi pembinaan akhlak melalui kedekatan emosional dengan santri, pemberian teladan, pelaksanaan mediasi dan konseling sederhana, serta pembinaan melalui kegiatan keagamaan seperti kultum, kajian kitab, dan diskusi keislaman. Faktor pendukung mencakup komitmen tinggi guru terhadap pembinaan karakter, keterlibatan aktif pengasuh dan staf asrama, serta budaya religius di lingkungan pesantren. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya pelatihan khusus bagi guru dalam penanganan bullying secara psikologis, masih kuatnya budaya senioritas di kalangan santri, dan minimnya pengawasan di luar jam kegiatan resmi.Penelitian ini merekomendasikan pelatihan profesional bagi guru dan pengasuh, pembinaan kepemimpinan positif pada santri senior, penguatan sistem pengawasan 24 jam, serta integrasi nilai anti-bullying dalam setiap kegiatan keagamaan untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan kondusif bagi pengembangan hafalan wiridan santri
Copyrights © 2026