Tradisi pembacaan surat-surat pendek Juz 30 merupakan salah satu wujud praktik keberagamaan masyarakat Muslim yang tidak hanya menampilkan dimensi ritual, tetapi juga menghadirkan makna spiritual, sosial, dan kultural dalam kehidupan jamaah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan tradisi pembacaan surat-surat pendek Juz 30 di Masjid Nurul Iman Kelurahan Tanjung Harapan, menganalisis makna keagamaan dan sosial yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan relevansinya dalam perspektif Living Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain field research, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini berlangsung secara rutin, melibatkan berbagai kelompok usia, berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai Qur’ani, pembentukan karakter religius, media pendidikan nonformal, penguat solidaritas sosial, serta simbol identitas keagamaan masyarakat. Tradisi ini membuktikan bahwa Al-Qur’an tidak sekadar dibaca sebagai teks, tetapi benar-benar “hidup” dalam praksis keberagamaan umat. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi pembacaan Juz 30 memiliki relevansi penting dalam membangun spiritualitas, menjaga budaya religius, dan memperkuat keberagamaan masyarakat Muslim di era modern.
Copyrights © 2026