Kegiatan pasar tradisional yang berlangsung di sepanjang Jalan Raya Mangga, Bangil, Kabupaten Pasuruan, menimbulkan berbagai permasalahan lalu lintas seperti kemacetan, penurunan kecepatan kendaraan, serta meningkatnya hambatan samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruas jalan tersebut dalam kondisi eksisting dan menganalisis solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas. Metode penelitian yang digunakan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan Permenhub No. PM 96 Tahun 2015 terkait tingkat pelayanan jalan. Data primer diperoleh melalui survei lapangan berupa volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, geometri jalan, dan hambatan samping. Sedangkan data sekunder mencakup klasifikasi jalan, jumlah penduduk, dan data operasional kendaraan (BOK). Hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan arus bebas sebesar 29,6 km/jam dengan kapasitas 1.426,8 SMP/jam. Tingkat pelayanan jalan berada pada kategori E, yang ditentukan berdasarkan kecepatan. Biaya kemacetan tercatat sebesar Rp239/km pada hari Senin dan Rp288/km pada hari Sabtu, mengindikasikan tingginya beban lalu lintas pada waktu-waktu tertentu. Hasil solusi alternatif terdapat 3 alternatif, solusi alternatif yang terbaik yaitu mengurangi hambatan samping dengan peraturan larangan parkir di bahu jalan, penertiban dan relokasi pedagang pasar, pelebaran jalan serta mengubah tipe jalan menjadi 2/2-T, dengan scenario alternatif ini, nilai kecepatan rata-rata mobil penumpang (VMP) sebesar 60 km/jam, termasuk dalan tingkat pelayanan C.
Copyrights © 2026