Gedung Kuliah Bersama V Universitas Muhammadiyah Malang (GKB-V) memiliki tinggi total bangunan sebesar 49,7meter yang terdiri dari 10 lantai dan 1 basement. Pada kondisi eksisting bangunan GKB-V ini tediri dari 2 bagian yaitu bagian bangunan utama dan bagian auditorium. Pada skripsi ini akan dilakukan penelitian hanya pada bangunan utama saja. Berdasarkan hasil uji N-SPT pada titik BH-01 sampai kedalaman 40meter, tanah dasar dikategorikan sebagai lempung, sehingga diperlukan perencanaan fondasi sesuai SNI 8460:2017 untuk memperoleh daya dukung maksimum dan penurunan minimum. Analisis dilakukan dengan membandingkan dua bentuk penampang tiang pancang, yaitu lingkaran dan persegi. Perhitungan daya dukung menggunakan metode L’Decourt (1982) dan metode gabungan Meyerhof (1976) untuk perhitungan nilai Qp dengan Thomlinson (1997) untuk perhitungan nilai Qs, sedangkan penurunan menggunakan metode Meyerhof (1976). Simulasi ETABS menghasilkan beban maksimum untuk kombinasi ASD, terbesar ada pada K1-1=7564 kN, dan terkecil ada pada K4-1 1322 kN, yang digunakan untuk perhitungan daya dukung dan penurunan, dan kombinasi LRFD memberikan beban terbesar 9947 kN, yang digunakan untuk desain tulangan pile cap. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penampang persegi memberikan kemampuan paling optimal, penampang dengan konfigurasi terbesar ada pada PC1-1 (7 tiang) dengan dimensi panjang x lebar x tinggi (4,8m x 4,3m x 1m) menghasilkan Qall(group) 8110 kN > Qv 7563 kN dan penurunan 3,76cm; dan penampang dengan konfigurasi terkecil yaitu PC4-1 (1 tiang) dengan dimensi panjang x lebar x tinggi (1,2m x 1,2 m x 1m) menghasilkan Qall(group) 1542 kN > Qv 1322 kN dan penurunan 8,85 cm; berdasarkan urain tersebut seluruh tiang pancang memenuhi syarat Stot < Sijin (15,52cm). Tulangan pile cap digunakan D25-150, serta metode pelaksanaan menggunakan hydraulic jack in dengan total biaya Rp. 10.072.727.178.
Copyrights © 2026