Pendekatan pembelajaran mendalam menuntut guru untuk merancang pengalaman belajar yang memungkinkan anak mengeksplorasi sebuah konsep dari berbagai sudut, mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan lama, serta mempraktikkan keterampilan refleksi kritis selaras tahap perkembangannya. Para guru di KB/TK Satria Tunas Bangsa, objek pelaksanaan pengabdian masyarakat, menyatakan masih gamang membedakan antara “pembelajaran mendalam” dan “pembelajaran berbantuan teknologi”; kebingungan definisi ini memicu keraguan ketika menyusun tujuan harian, memilih aktivitas, maupun menyusun asesmen formatif. Tantangan kedua adalah keterbatasan akses terhadap sumber literatur mutakhir berbahasa Indonesia yang berfokus pada PAUD; sebagian besar referensi deep learning bersifat teoritik dan ditujukan untuk pendidikan dasar atau menengah, sehingga guru kesulitan menerjemahkan contoh ke dalam konteks bermain‑sambil‑belajar khas taman kanak‑kanak. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yakni Lesson Study yang terdiri dari siklus Plan (perencanaan), Do (pelaksanaan), dan See (refleksi). Melalui pendekatan ini, guru diajak untuk menyusun RPP berbasis deep learning secara kolaboratif, melaksanakan pembelajaran sambil diamati sejawat, dan melakukan refleksi terhadap praktiknya secara kritis. Hasil pelaksanaan In House Training Lesson Study memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang bermakna. Pada aspek kualitas persiapan, penyampaian materi, pemahaman dan kesesuaian kateri dengan kebutuhan guru menunnjukan dominasi data evaluasi pada tingkat sangat baik dan baik. Kegiatan ini dapat dilakukan kembali melalui pendampingan dalam rentang waktu yang lebih panjang untuk optimalisasi efektivitas kegiatan.
Copyrights © 2026