Rendahnya keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Seni Budaya di sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang umum dijumpai, ditandai dengan minimnya partisipasi siswa dalam diskusi, kurangnya inisiatif bertanya, serta rendahnya keterlibatan dalam kegiatan belajar. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu memfasilitasi keterlibatan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Scramble dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan pedagogik dan menggunakan desain Pre-Experimental tipe One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa kelas III SDN 32 Cinennung, Kabupaten Bone. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket, sedangkan analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan uji-t (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata keaktifan belajar siswa dari 32,5 (pretest) menjadi 36,9 (posttest). Uji-t menghasilkan nilai signifikansi 0,001 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Scramble. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model Scramble efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Scramble layak diterapkan sebagai alternatif model pembelajaran dalam mata pelajaran Seni Budaya untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2026