Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis miskonsepsi yang dialami siswa dan mengidentifikasi penyebab miskonsepsi tersebut pada siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Banawa pada materi eksponen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa yang dipilih dari total 29 siswa Kelas IX Edelweis berdasarkan hasil tes tertulis yang dikombinasikan dengan Certainty of Response Index (CRI). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa subjek WK mengalami keempat jenis miskonsepsi, yaitu: miskonsepsi generalisasi, notasi, spesialisasi berlebihan (overspecialization), dan bahasa. Subjek JR mengalami miskonsepsi generalisasi dan notasi, sedangkan subjek FAS hanya mengalami miskonsepsi generalisasi. Penyebab miskonsepsi ini utamanya bersifat internal, meliputi prakonsepsi yang salah, penalaran yang tidak lengkap, kemampuan kognitif yang terbatas, serta rendahnya minat belajar matematika. Selain itu, faktor terkait guru (seperti penjelasan yang membingungkan atau disampaikan terlalu cepat) dan faktor konteks sosial (seperti pengaruh teman sebaya) juga berkontribusi terhadap berkembangnya miskonsepsi siswa. Temuan ini menegaskan peran penting guru dalam mengidentifikasi dan menangani miskonsepsi sedini mungkin untuk mencegahnya berlanjut pada pembelajaran di masa depan.
Copyrights © 2026