Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP Negeri 2 Palu pada materi himpunan ditinjau dari Adversity Quotient (AQ). Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan tiga subjek siswa yang dipilih berdasarkan hasil kuesioner Adversity Response Profile (ARP) untuk mewakili tipe Quitter, Camper, dan Climber. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner ARP, tes tertulis, dan wawancara, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa tipe Quitter mampu mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan namun belum menggunakan simbol matematika dalam bentuk representasi; (2) siswa tipe Camper mampu menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan menggunakan simbol matematika meskipun belum lengkap, serta mampu menggambar dan menjelaskan diagram Venn secara tepat untuk mendeskripsikan ide dan hubungan matematis secara lisan; (3) siswa tipe Climber menunjukkan kemampuan komunikasi matematis terbaik, meliputi keakuratan penulisan informasi menggunakan simbol matematika secara lengkap, ketepatan menggambar diagram Venn, serta pemahaman dalam mengekspresikan ide matematis baik secara lisan maupun tulisan. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat Adversity Quotient memengaruhi variasi kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah pada materi himpunan.
Copyrights © 2026