Anak tunarungu mengalami masalah pendengaran yang berpengaruh pada proses perkembangannya, sehingga dibutuhkan media untuk berkomunikasi. Bahasa isyarat digunakan sebagai alat komunikasi bagi anak tunarungu. Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) merupakan dua bahasa isyarat yang berkembang pada kalangan anak tunarungu di Indonesia. Dalam penerapannya guru seni tari mengembangkan kode-kode menggunakan bahasa isyarat yang disesuaikan dengan gerakan tari. Diharapkan anak tunarungu dapat mengikuti pembelajaran seni tari dengan menerapkan bahasa isyarat sehingga mempermudah mereka memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penggunaan bahasa isyarat pada anak tunarungu, (2) proses pembelajaran seni tari pada anak tunarungu, dan (3) implementasi bahasa isyarat dalam pembelajaran seni tari pada anak tunarungu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa isyarat selain untuk media komunikasi juga bisa sebagai tanda pada gerakan tari yang dilakukan baik itu untuk tanda mulai, tanda pergantian, maupun tanda berhenti. Ada empat tahapan yang dilakukan dalam pengimplementasian bahasa isyarat dalam pembelajaran seni tari yaitu (1) pengenalan, (2) klasifikasi, (3) oral, dan (4) bahasa isyarat.
Copyrights © 2025