Konsep Bekerja, Melanjutkan dan Berwirausaha (BMW) bagi murid SMK tidaklah mudah untuk diwujudkan. Permasalahan bekerja terletak pada daya serap industri yang tidak seimbang dengan jumlah lulusan. Kompetensi yang dimiliki murid juga kurang memenuhi persyaratan yang dibutuhkan pada Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA). Sedangkan permasalahan melanjutkan kuliah pada murid SMK ada pada keterbatasan biaya dan kompetensi yang dibutuhkan untuk masuk perguruan tinggi. Solusi untuk mengatasi kedua masalah tersebut adalah memberikan wawasan kepada murid untuk tidak selalu berfikir dan berorientasi menjadi pegawai atau karyawan. Mereka harus berwirausaha dan memiliki bisnisnya sendiri. Murid harus belajar berwirausaha sedini mungkin dan tidak terpatri pada kompetensi keahlian yang mereka pilih di SMK, hal ini dimaksudkan agar mereka memiliki bisninya sendiri terlebih dahulu. Apabila bisnis mereka sudah berjalan dan memiliki modal yang cukup, mereka bisa mengembangkan usahanya sesuai kompetensi keahlian yang mereka ambil di SMK. Penelitian kualitatif dengan model fenomologi ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru PKK dalam mewujudkan young enterpreneur di SMK Negeri 3 Batu, melalui one student one product. Langkah atau strategi yang diambil untuk menciptakan one student one product di SMKN 3 Batu oleh Guru PKK ada empat tahap meliputi tahap pra produksi, produksi, pasca produksi dan implementasi/ praktik langsung. Apabila masing-masing murid sudah memiliki usaha sendiri maka young enterpreneur di SMKN 3 Batu sudah terbentuk dengan sendirinya.
Copyrights © 2025