Inovasi menjadi kunci dalam pembelajaran Science, Technology, Engineering, Art and Mathematic (STEAM), yang menuntut sekolah membentuk peserta didik memiliki kompetensi abad 21 yang mampu berpikir kritis, kreatif kolaboratif dan komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keterampilan berpikir kritis anak dapat meningkat melalui penerapan pembelajaran berbasis STEAM di TK Negeri Model Mataram. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di TK Negeri Model Mataram yang terdiri dari 19 peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis anak meningkat setelah dilakukan tindakan dengan penerapan pembelajaran berbasis STEAM. Hasil keterampilan berpikir kritis anak pada pra tindakan sebesar 33,6% dalam kategori mulai meningkat. Pada siklus I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata persentase mencapai 53,3% dengan kategori Meningkat, dan mengalami peningkatan lebih lanjut pada siklus II dengan nilai rata-rata persentase mencapai 77,7% dengan kategori sangat meningkat, dan dapat dikatakan berhasil karena telah sesuai dengan indikator tingkat pencapaian yakni 76%. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis STEAM dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis anak di TK Negeri Model Mataram.
Copyrights © 2026