Pengendalian persediaan bahan baku berperan penting dalam menjaga kelancaran produksi dan efisiensi biaya pada perusahaan manufaktur. PT XYZ masih mengalami permasalahan persediaan berupa kelebihan dan kekurangan stok akibat belum optimalnya penentuan prioritas bahan baku dan jumlah pemesanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku melalui penerapan metode Always Better Control (ABC) dan Economic Order Quantity (EOQ). Metode ABC mengklasifikasikan 11 jenis bahan baku dan menghasilkan 4 bahan baku kategori A sebagai prioritas pengendalian. Selanjutnya, metode EOQ diterapkan pada bahan baku kategori A untuk menentukan jumlah dan frekuensi pemesanan yang paling ekonomis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer dan sekunder yang bersumber dari sistem Enterprise Resource Planning (ERP) perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu menurunkan Total Inventory Cost (TIC) sebesar 32,1% atau Rp8.113.618 dibandingkan dengan metode perusahaan sebelumnya, sehingga pengendalian persediaan menjadi lebih efisien dan terkontrol.
Copyrights © 2025