Bahasa memiliki pengaruh nyata dalam kehidupan, apalagi bahasa politik yang di ungkapkan oleh pejabat negara, maka respons masyarakat akan cepat menindaknya, bahkan bisa saja menjadi bencana dan anarkis jika pernyataan publik figur menyakiti hati rakyat. Metode Penelitan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis teori A. van Dijk dengan data primer pernyataan Ahmad Syahroni. Hasil penelitian:1) analisis struktur teks berupa argumen-defensif, strategi retoris: mulai dengan serangan, sempat melunak, lalu menegaskan kembali dominasi; 2) Kognisi sosial, berupa ideologi hierarkis, elit menganggap dirinya superior, legitimasi diri sebagai DPR, polarization; 3) Konteks sosial, berupa dominasi simbolik, strategi penaklukan simbolik, delegitimasi kritik, dan wacana dipakai untuk mempertahankan hegemoni. Saran, semoga pejabat negara dan publik figur dalam menyampaikan pernyataan harus dimatangkan terlebih dahulu dan santun dalam berbahasa.
Copyrights © 2025