Kantor Kelurahan Mesjid di Kecamatan Tenggarong merupakan bangunan pelayanan publik yang telah berusia lebih dari 30 tahun dan mengalami penurunan fungsi serta citra visual. Kondisi ruang yang sempit, sirkulasi udara yang tidak optimal, dan tampilan bangunan yang belum merepresentasikan identitas lokal menjadi permasalahan utama yang mempengaruhi kenyamanan serta efektivitas pelayanan masyarakat. Kegiatan redesain ini bertujuan untuk menciptakan tata ruang dan tampilan bangunan yang fungsional, nyaman, serta mencerminkan karakter budaya lokal Kutai dan Dayak. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, wawancara dengan perangkat kelurahan dan masyarakat, analisis kebutuhan ruang berdasarkan standar ergonomi perkantoran, serta perancangan desain dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular. Pendekatan ini menekankan integrasi nilai-nilai budaya lokal dengan prinsip desain modern melalui pengolahan bentuk, ornamen, dan tata ruang yang kontekstual. Hasil redesain menunjukkan peningkatan kualitas ruang pelayanan publik melalui penataan ulang zona pelayanan dan administrasi, penerapan pencahayaan serta ventilasi alami, dan pengembangan motif batik arsitektural Kutai–Dayak sebagai elemen identitas visual. Desain baru tidak hanya memperkuat citra kelembagaan kelurahan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas publik. Kesimpulannya, penerapan prinsip neo-vernakular berbasis partisipasi masyarakat terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi, kenyamanan, dan nilai kultural bangunan pelayanan publik di lingkungan perkotaan.
Copyrights © 2026