Tingkat pergantian karyawan yang tinggi di kalangan tenaga kesehatan menunjukkan melemahnya komitmen organisasi serta mengancam keberlanjutan pelayanan di rumah sakit. Kepemimpinan dan pembelajaran organisasi dipandang sebagai determinan penting dalam membentuk komitmen karyawan; namun demikian, kajian empiris yang menelaah peran mediasi perilaku kerja inovatif masih terbatas, khususnya pada institusi pelayanan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan ambidekster dan pembelajaran organisasi terhadap komitmen organisasi, dengan perilaku kerja inovatif sebagai variabel mediasi pada tenaga kesehatan di rumah sakit swasta kelas C di Tangerang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang terhadap 180 responden dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan ambidekster dan pembelajaran organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif serta komitmen organisasi. Perilaku kerja inovatif juga terbukti memediasi secara parsial hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kepemimpinan yang adaptif dan praktik pembelajaran berkelanjutan dalam memperkuat inovasi serta meningkatkan komitmen organisasi di kalangan tenaga kesehatan.
Copyrights © 2026