Latar belakang: Rinitis alergi merupakan penyakit inflamasi kronis pada mukosa hidung yang dimediasi oleh imunoglobulin E (IgE) dan ditandai dengan gejala rinore, bersin, pruritus, dan obstruksi hidung. Penyakit ini memiliki prevalensi tinggi secara global dan dapat menurunkan kualitas hidup serta berhubungan dengan penyakit saluran napas lain seperti asma. Upaya pencegahan menjadi penting untuk mengurangi morbiditas dan mencegah progresivitas penyakit, namun efektivitas berbagai strategi pencegahan masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Tujuan: Meninjau secara sistematis bukti ilmiah mengenai berbagai strategi pencegahan pada pasien dengan rinitis alergi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain systematic review dengan pendekatan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada beberapa basis data ilmiah menggunakan kata kunci terkait rinitis alergi dan pencegahan. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan menggunakan kerangka PICO. Kualitas metodologis studi dinilai menggunakan Newcastle-Ottawa Scale, kemudian data diekstraksi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Berbagai strategi pencegahan rinitis alergi yang ditemukan meliputi pengendalian alergen lingkungan, penggunaan penjernih udara, intervensi nutrisi seperti probiotik dan pola diet tertentu, praktik menyusui dan pengenalan makanan pada anak, serta allergen immunotherapy (AIT). Dari berbagai intervensi tersebut, imunoterapi alergen menunjukkan potensi paling kuat dalam memodifikasi perjalanan alami penyakit, sementara intervensi lain seperti kontrol lingkungan dan suplementasi nutrisi menunjukkan hasil yang bervariasi antar penelitian. Kesimpulan: Upaya pencegahan rinitis alergi melibatkan pendekatan multifaktorial yang mencakup pengendalian lingkungan, intervensi nutrisi, serta imunoterapi alergen. Imunoterapi alergen merupakan strategi yang paling konsisten menunjukkan manfaat dalam memodifikasi perjalanan penyakit, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat bukti terkait strategi pencegahan lainnya.
Copyrights © 2026