Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Penyakit pada Poli THT-KL di RS Mitra Sehat Medika, Pandaan Djatioetomo, Yudha Adi Pradana; Deviana; Soerjotomo, Hendradi
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal Vol. 4 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Karakteristik Penyakit pada Poliklinik THT-KL di RS Mitra Sehat Medika, Pandaan. Akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas menjadi penting bagi kesejahteraan global. Tanggung jawab pemerintah dalam memberikan layanan tersebut mendasari pentingnya sistem perawatan kesehatan. RS Mitra Sehat Medika di Pandaan, dengan Poliklinik Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT- KL), menjadi fasilitas penting dalam melayani kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik penyakit di Poliklinik THT- KL di RS Mitra Sehat Medika, Pandaan. Analisis retrospektif data pasien dari tahun 2021 dan 2022 dilakukan. Informasi demografi, diagnosis, dan distribusi penyakit dianalisis. Penelitian melibatkan 504 pasien pada tahun 2021 dan 593 pasien pada tahun 2022. Kelompok usia paling umum adalah 11-20 tahun (26% pada tahun 2021, 14% pada tahun 2022). Otitis eksterna, serumen prop, dan otitis media akut adalah tiga diagnosis teratas dalam kedua tahun. Poliklinik THT-KL di RS Mitra Sehat Medika, Pandaan, memiliki pola penyakit yang serupa dengan penelitian lain. Peningkatan kesadaran terhadap pola ini dapat membantu perencanaan layanan kesehatan.
USG-GUIDED DRAINAGE VS SURGICAL DRAINAGE PADA ABSES LEHER DALAM: SYSTEMATIC REVIEW TENTANG LAMA RAWAT INAP Djatioetomo, Yudha Adi Pradana; Murdiyo, Mohammad Dwijo
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Abses leher dalam (ALD) merupakan infeksi piogenik pada ruang potensial leher yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti obstruksi jalan napas, mediastinitis, dan sepsis. Tata laksana utama ALD adalah evakuasi pus melalui drainase, baik secara pembedahan (surgical drainage) maupun minimal invasif dengan panduan ultrasonografi (USG-guided drainage). Tujuan: Mengevaluasi efektivitas USG-guided drainage dibandingkan surgical drainage dalam memperpendek lama rawat inap pasien dengan ALD. Metode: Systematic review ini mengikuti pedoman PRISMA-P, melibatkan pencarian literatur pada Google Scholar (Februari–Maret 2025) menggunakan kata kunci “Deep neck abscess”, “Ultrasound-guided drainage”, dan “Surgical drainage”. Inklusi: studi RCT, kohort, atau kasus-kontrol yang membandingkan kedua metode dengan luaran lama rawat inap. Eksklusi: laporan kasus, tinjauan naratif, editorial, dan populasi khusus dengan komorbid berat. Hasil: Enam studi memenuhi kriteria. Rata-rata lama rawat inap pasien USG-guided drainage berkisar 3–8 hari, sedangkan surgical drainage 5–10 hari. Beberapa studi menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik (p<0,05) mendukung keunggulan USG-guided drainage, namun terdapat studi yang hasilnya tidak signifikan. Kesimpulan: USG-guided drainage menawarkan lama rawat inap yang lebih singkat, hasil kosmetik yang lebih baik, dan risiko komplikasi yang minimal pada kasus ALD terlokalisir. Surgical drainage lebih sesuai untuk abses besar, multilokus, atau dengan komplikasi. Penelitian lebih lanjut dengan sampel besar diperlukan untuk memperkuat rekomendasi klinis.
Upaya Pencegahan bagi Pasien dengan Rinitis Alergi: A Systematic Review Djatioetomo, Yudha Adi Pradana; Maharani, Iriana; Wirattami, Ayunita Tri
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Rinitis alergi merupakan penyakit inflamasi kronis pada mukosa hidung yang dimediasi oleh imunoglobulin E (IgE) dan ditandai dengan gejala rinore, bersin, pruritus, dan obstruksi hidung. Penyakit ini memiliki prevalensi tinggi secara global dan dapat menurunkan kualitas hidup serta berhubungan dengan penyakit saluran napas lain seperti asma. Upaya pencegahan menjadi penting untuk mengurangi morbiditas dan mencegah progresivitas penyakit, namun efektivitas berbagai strategi pencegahan masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Tujuan: Meninjau secara sistematis bukti ilmiah mengenai berbagai strategi pencegahan pada pasien dengan rinitis alergi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain systematic review dengan pendekatan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada beberapa basis data ilmiah menggunakan kata kunci terkait rinitis alergi dan pencegahan. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan menggunakan kerangka PICO. Kualitas metodologis studi dinilai menggunakan Newcastle-Ottawa Scale, kemudian data diekstraksi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Berbagai strategi pencegahan rinitis alergi yang ditemukan meliputi pengendalian alergen lingkungan, penggunaan penjernih udara, intervensi nutrisi seperti probiotik dan pola diet tertentu, praktik menyusui dan pengenalan makanan pada anak, serta allergen immunotherapy (AIT). Dari berbagai intervensi tersebut, imunoterapi alergen menunjukkan potensi paling kuat dalam memodifikasi perjalanan alami penyakit, sementara intervensi lain seperti kontrol lingkungan dan suplementasi nutrisi menunjukkan hasil yang bervariasi antar penelitian. Kesimpulan: Upaya pencegahan rinitis alergi melibatkan pendekatan multifaktorial yang mencakup pengendalian lingkungan, intervensi nutrisi, serta imunoterapi alergen. Imunoterapi alergen merupakan strategi yang paling konsisten menunjukkan manfaat dalam memodifikasi perjalanan penyakit, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat bukti terkait strategi pencegahan lainnya.