Pasien lanjut usia dengan diabetes melitus cenderung memiliki kontrol glikemik yang rendah dan berisiko mengalami komplikasi. Oleh karena itu, membutuhkan pelayanan kefarmasian berbasis Medication Therapy Management (MTM) yang dapat membantu memperbaiki kontrol glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Buku Edukasi dan Monitoring Mandiri (BEMM) pada pelayanan berbasis MTM terhadap luaran klinis pasien diabetes melitus tipe 2 lanjut usia. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-eksperimental dengan desain berupa pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 berusia ≥ 60 tahun, dengan kelompok intervensi sebanyak 61 responden di Puskesmas Ngemplak I dan kelompok kontrol sebanyak 60 responden di Puskesmas Sleman. Penelitian ini dilakukan November hingga Desember 2024. Instrumen yang digunakan adalah BEMM yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyakit penyerta hipertensi (63,63%) dan responden tanpa riwayat keluarga dengan diabetes (78,51%) mendominasi karakteristik responden. Setelah intervensi selama 1 bulan, terjadi perubahan gula darah puasa pada kelompok kontrol sebesar -7,87±43,86 dan pada kelompok intervensi sebesar 32,79±47,55. Intervensi secara signifikan menurunkan gula darah puasa (p = 0,000).
Copyrights © 2026