Kabupaten Padang Lawas merupakan salah satu sentra ternak kerbau di Provinsi Sumatera Utara, namun dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan populasi yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab penurunan populasi ternak kerbau di Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2025 dengan menggunakan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara kepada peternak, meliputi karakteristik peternak, sistem pemeliharaan, dinamika populasi ternak, kejadian penyakit, kualitas pakan, tingkat reproduksi, program vaksinasi, dan alih fungsi lahan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ternak kerbau di Kabupaten Padang Lawas mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024, dengan jumlah populasi sebesar 2.439 ekor dan tingkat produktivitas ternak mencapai 90.198 kg. Penurunan populasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain serangan penyakit mulut dan kuku sebesar 54,15% dan penyakit ngorok (Septicaemia Epizootica) sebesar 45,85%, rendahnya tingkat reproduksi ternak sebesar 85%, tingginya mortalitas sebesar 44%, keterbatasan program vaksinasi sebesar 70%, serta rendahnya kualitas pakan yang hanya mengandalkan rumput lapangan tanpa suplementasi konsentrat. Selain itu, sebanyak 70% responden menyatakan bahwa alih fungsi lahan turut berkontribusi terhadap penurunan populasi ternak kerbau. Kesimpulan bahwa penurunan populasi ternak kerbau di Kabupaten Padang Lawas dipengaruhi oleh faktor kesehatan ternak, manajemen pemeliharaan, kualitas pakan, dan perubahan penggunaan lahan. Upaya perbaikan manajemen kesehatan, peningkatan kualitas pakan, dan penguatan program vaksinasi diperlukan untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan kerbau
Copyrights © 2026